Pentingnya Memahami Tujuan ber-Islam

Monday, July 02, 2012




Kenapa manusia perlu beragama? Orang-orang akan memberikan jawaban yang sangat sederhana sekali, yaitu untuk meraih ketenangan atau kebahagiaan dan mengajarkan norma untuk mengatur manusia.

Tapi tujuan beragama begini adalah menyesatkan. Lalu bagaimana jika seseorang bisa mendapatkan kebahagiaan dan hidupnya juga penuh sopan dan santun, masih perlukah agama baginya? Seseorang yang memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, keluarga yang harmonis dan saling menghormati, yang tinggal di kota besar yang sangat teratur dan negara yang menjaga hak individu seperti Amerika, apa perlunya dia beragama? Lantas kenapa seseorang muslim juga harus memelihara keislamannya, bukankah jika dia beralih agama, atau hanya dengan mempraktekkan semedi atau latihan yoga, atau dengan sebutir ekstasi, atau bantuan konsuling dari psikolog, dia juga akan mendapatkan ketenangan tanpa perlu beragama Islam?


Memang dengan berislam, seseorang akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian jiwa. Tapi Islam tidak hanya mengajarkan manusia untuk mencapai ketenangan dan moral semata. Ada yang lebih penting dari itu yang menjadi pokok ajaran Islam yang kemudian menjadi alasan uatama kenapa seseorang harus beragama Islam, yaitu karena Islam mengajarkan manusia akan tujuan hidup. Islam mengajarkan manusia dari mana dia berasal, apa yang menjadi tugasnya selama di dunia, dan kemana dia akan menuju setelah dia mati?

Dengan mengetahui tujuan hidup ini, manusia akan menjadi tenang dan bahagia. Tetapi ketenangan dan kebahagiaan tidak dalam pengertian seperti di atas. Kebahagiaan seorang muslim adalah saat dia menjalankan fungsinya di dunia, yang menjadikannya bermartabat dan mengangkat derajatnya lebih dari sekedar makhluk yang melata di permukaan bumi.

Saat menjalankan fungsinya tersebut, tak jarang pengorbanan yang dibutuhkan. Pengorbanan yang menuntut hilangnya harta, membuat musuh-musuh membencinya, dan memunculkan ancaman tercabutnya nyawa dari tubuhnya. Jelas sekali, dengan berislam seseorang tidak akan secara otomatis hidupnya menjadi tenang (sebagaimana definisi ketenangan menurut sebagian orang seperti di atas). Bahkan semakin dia memegang teguh agamanya, semakin dia ingin lebih banyak berkorban dan menderita.

Lihatlah berapa ramai muslim saat ini yang tidak mengerti esensi keimanannya, sehingga dengan mudah dia bisa meninggalkan agamanya, atau menjadi tidak peduli jika agamanya dinodai dengan alasan persamaan hak dan kebebasan berbicara. Atau seorang muslim tetap beragama tapi hanya melakukan ritual-ritual aneh untuk mendapatkan ketenangan, yang pada akhirnya dia mirip seperti seorang biksu, pendeta, atau rahib, yang pada akhir hidupnya dia juga akan bertanya, "apa yang terjadi, kenapa harus bagini?"

You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook

Flickr Images